Kamis, 22 November 2012

KSIL : Sistem Informasi Fungsional



UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI


 








Mata Kuliah Konsep Sistem Informasi Lanjut



Nama                       :    Ely Supriyani
Kelas                        :   4 KA 24
NPM                        :    16109164
Jurusan                   :    Sistem Informasi
Dosen                      :    Shafira Adrizayani




 
 
















Universitas Gunadarma
2012



Sistem Informasi Fungsional
Sebagaimana diketahui, sebuah organisasi memiliki sejumlah area fungsional seperti akutansi, pemasaran, produksi, dan sebagainya tabel 5.2 menunjukan masing-masing area fungsional yang umum terdapat pada perusahaan.
Area fungsional pada perusahaan.
Area fungsional
Tugas
Penjualan dan pemasaran
Menangani penjualan dan penjualan dan pemasaran produk/jasa yang dihasilkan perusahaan.
Manufaktur
Manghasilkan produk
Keuangan
Mengelola aset-aset perusahaan
Akutansi
Memelihara rekamnan-rekam transaksi keuangan dalam perusahaan.

Berdasarkan area fungsional seperti ini, dikenal sejumlah sistem informasi fungsional. Jadi, sistem informasi adalah sistem informasi yang ditunjukkan untuk memberikan informasi bagi kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam perusahaan. Beberapa sistem informasi fungsional yang umum adalah sebagai berikut :
·         Sistem Informasi akuntansi ( accounting information system )
·         Sistem Informasi keuangan ( Finance information system )
·         Sistem informasi manufaktur ( Manufacturing / Production information system )
·         Sistem Informasi pemasaran ( Marketing information system atau MKIS )
·         Sistem Informasi SDM ( Human resource information system atau HRIS )

Macam – macam Sistem Informasi fungsional yang tersedia antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lainnya berbeda – beda. Sebagai contoh, perusahaan distribusi tidak memiliki sistem informasi produksi.
Perlu diketahui bahwa sistem – sistem informasi fungsional tidak berdiri sendiri secara fisik. Sistem – sistem informasi ini berbagai sumber daya dalam organisasi. Dalam sistem informasi perusahaan sistem – sistem informasi fungsional ini berkedudukan sebagai sub sistem – sub sistem.

Sistem informasi
Keterangan
Sistem Informasi Akuntasi
Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi akuntansi ( departemen atau bagian akuntasi ). Sistem ini mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan.
Sistem Informasi Keuangan
Sistem informasi yang menyediaklan informasin pada fungsi keuangan ( departemen atau bagian keuangan ). Yang menyangkut keuangan perusahaan. Misalnya berupa ringkasan arus kas ( cash flow dan informasi pembayaran ).
Sistem Informasi Manufaktur
Sistem informasi yang bekerja sama dengan sistem informasi lain untuk mendukung manajemen perusahaan ( baik dalam hal perencanaan maupun pengendalian ). Dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Misalnya berupa data bahan mentah, profil vendor baru dan jadwal produksi.

Sistem Informasi
Keterangan
Sistem Informasi Pemasaran
Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran. Misalnya berupa rangkaian penjelasan.
Sistem Informasi SDM
Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakaio oleh fungsi personalia. Misalnya berisi informasi gaji, ringkasan pajak dan tunjangan – tunjangan hingga kinerja pegawai.

Penggolongan sistem – sistem informasi fungsional sering kali didasarkan pada perspektif yang berbeda. Semua informasi, selain sistem informasi akuntansi, dianggap sebagai sistem informasi manajemen.

Sistem Informasi Akuntasi
            Sistem informasi akuntasi merupakan sistem informasi yang paling tua dan paling banyak digunakan dalam bisnis. Bodnar dan Hopwood ( 1993 ). Mendefinisikan sistem informasi akuntasi sebagai kumpulan sumber daya yang dirancang untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi. Gelinas,. Orams dan Wiggins ( 1997 ). Mendefinisikannya sebagai sub sitem khusus dari sistem informasi menajemen yang tujuannya adalah menghimpun, memproses, dan melaporkan informasi yang berkaitan informasi keuangan.
            Berikut adalah penjelasan singkat terhadap beberapa sub sistem yang terdapat pada sistem informasi akuntansi.
·         Pemrosesan pesanan penjualan atau pengolahan penjualan ( sales order processing ) adalah sub sistem yang menangani pemrosesan pesanan dari pelanggan.
·         Pemrosesan sediaan ( inventory processing ) adalah sub sitem yang menangani perubahan dalam sediaan dan memberikan informasi pengiriman dan pemesanan kembali.
·         Buku besar ( General Ledger ) adalah sub sitem yang mengkosolidasikan data dari sistem akuntansi yang lain dan menghasilkan pernyataan – pernyataan dan laporan bisnis yang bersifat periodic.
·         Piutang dagang ( Accounts receiveable ) adalah sub sistem yang mencatat piutang pelanggan dan menghasilkan faktur, pernyataan pelanggan bulanan, serta laporan manajemen kredit.
·         Utang dagang ( Accounts payable) adalah sub sistem yang mencatat pembelian dan pembayaran utang kepada pemasok, dan menghasilkan laporan manajemen kas.
·         Pembayaran gaji ( Payroll ) adalah sub sitem yang menangani penggajian, termasuk jam kerja dan bukti pembayaran, serta menghasilkan laporan yang terkait dengan penggajian.

Sistem Informasi Keuangan

            Sistem Informasi Keuangan digunakan untuk mendukung manajer keuangan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut persoalan keuangan perusahaan dan pengalokasian serta pengendalian sumber daya keuangan dalam perusahaan. Sistem ini tidak hanya mendasarkan data internal melainkan juga menggunakan data yang berasal dari sumber eksternal.

Gambar . Model Sistem informasi keuangan

·         Sub sistem intelijen keungan berfungsi untu mengidentifikasi sumber – sumber keuangan eksternal ( para pemegang saham dan masyarakat keuangan ) yang dapat menyuntikan tambahan dana bagi perusahaan.
·         Sub sistem audit internal berfungsi sebagai sub sistem yang menangani hasil – hasil audit secara internal.
·         Sub sistem peramalan dan perencanaan keuangan ( financial forecasting dan planning ) merupakan sub sistem yang berfungsi untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja keuangan saat ini dan terproyeksi dalam bisnis.
·         Sub sistem manajemen dana ( funds management ) berguna untuk membantu pengelolaan aset seperti kas dan saham dengan manfaat yang tinggi tetapi dengan risiko yang kecil. Sebagai contoh, sistem dapat memberikan saran untuk menjual dan membeli saham.
·         Sub sistem pengendalian keuangan ( financial control ) merupakan sub sistem yang terkait dengan penganggaran ( budgeting ).

Sistem informasi manufaktur

            Sistem informasi manufaktur merupakan sistem yang digunakan untuk mendukung fungsi produksi, yang mencakup seluruh kegiatan yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa.
            Berbagai istilah lain sering kali digunakan sebagai pengganti sistem manufaktur ( McLeod, 1998 ), antara lain :
·         ROP ( Reorder Point ), yakni suatu sistem yang mendasarkan keputusan pembelian berdasarkan titik pemesanan kembali ( reorder point ). Merupakan sistem informasi manufaktur yang paling sederhana.
·         MRP ( Material Requirements Planning ), yakni suatu sistem yang dapat dipakai untuk merencakan kebutuhan berbagai bahan baku yang diperlukan dalam proses produksi.
·         MRP II ( Material Requirements Planning ), yakni suatu sistem yang memadukan MRP dengan penjadwalan produksi dan operasi pada bengkel kerja ( Shop Floor Operation ). Sistem ini tidak mengontrol mesin dalam bengkel kerja, melainkan sistem informasi ini hanya mencoba memperkecil sediaan dan mempekerjakan mesin secara efektif.
·         JIT ( Just – In – Time ), yaitu suatu pendekatan yang menjaga arus bahan baku melalui pabrik agar selalu dalam keadaan minimum dengan mengatur bahan baku tiba dibengkel kerja pada saat diperlukan atau “ tepat pada waktunya “ ( Just – In – Time ).
·         CIM ( Computer Integrated Manufacturing ) merupakan suatu sistem yang menggabungkan berbagai teknik untuk menciptakan proses manufaktur yang luwes, cepat dan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi secara efisien.


Semula istilah yang disebutkan diatas yang dipakai untuk mengelola proses produksi, dan melibatkan informasi.
CIM diimplementasikan dengan cara sebagai berikut ( O ‘Brien, 2001 ) :
1.      Menyederhanakan proses produksi
2.      Mengotomasikan proses – proses produksi dan fungsi – fungsi bisnis yang mendukungnya
3.      Mengintegrasikan seluruh proses produksi dan pendukungnya dengan memakai computer jaringan komunikasi dan teknologi informasi yang lain.

Berkaitan dengan produksi, dikenal ada beberapa nama sistem, sebagaimana terlihat pada tabel 5.4.
            Tabel berbagai sistem dalam fungsi produksi
Sistem
Keterangan
CAD ( Computer aided design )
Sistem yang menggunakan computer untuk merancang suatu produk ( mobil, kapal )
CAE ( Computer aided engineering )
Sistem yang dirancang untuk menganalisa karakteristik dari suatu desain yang dipakai untuk mensimulasikan kinerja produk dibawah kondisi yang berbeda – beda dengan tujuan untuk mengurangi kebutuhan membuat prototype ( Martin, 2002 ).
CAM ( Computer aided manufacturing
Sistem berbasis computer yang digunakan untuk suatu proses produksi.

Masalah
Konsekuansi
CAPP ( Computer aided process planning )
Sistem yang digunakan untuk merencanakan urutan proses untuk memproduksi untuk merakit suatu komponen.

Sistem Informasi Pemasaran

            Sistem informasi pemasaran adalah sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran. Sistem ini mendukung keputusan yang berkaitan dengan bauran pemasaran ( marketing mix ), yang mencakup :
1.      Produk ( barang dan jasa ) yang perlu ditawarkan
2.      Tempat yang menjadi sasaran pemasaran
3.      Promosi yang perlu dilakukan
4.      Harga produk










Gambar Model Sistem informasi pemasaran
Struktur model sistem informasi pemasaran yaitu sebagai berikut :
·         Sub sistem riset pemasaran ( marketing researceh ) merupakan sistem yang berhubungan dengan pengumpulan, pencatatan, dan analisis semua data pelanggan dan calon pelanggan.
·          Sub sistem informasi pemasaran ( Marketing Intelligence ) merupakan sub sistem yang berhubungan dengan pengumpulan, pencatat dan analisis semua data perusahaan pesaing yang memiliki hubungan barang penjualan dan jasa dari produsen dan konsumen.
·         Sub sistem pemrosesan transaksi berupa sistem informasi akuntasi yang berhubungan dengan penjualan.
·         Sub sistem produk berguna dalam membuat rencana produk baru.
·         Sub sistem tempat berguna bagi pengambilan keputusan dalam rangka menentukan tempat yang cocok dan waktu yang tepat untuk melemparkan produk kepada konsumen.
·         Sub sistem promosi berguna dalam rangka untuk melakukan analisi terhadap promosi yang harus dilakukan untuk meningkatkan penjualan.
·         Sub sistem harga digunakan untuk membantu penetapan harga suatu produk.
·         Sub sistem peramalan penjualan ( sales forecasting ) merupakan subsitem yang berguna untuk melaksanakan  peramalan penjualan.




Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

            Sistem informasi Sumber Daya Manusia bisa disebut HRIS. Selain HRIS, sering juga dipakai istilah HRMIS ( Human Resource Management Information System ) dan HRMS ( Human Resource Management System ).











Gambar . Model system informasi sumber daya manusia
·         Sub sistem penggajian ( Payroll ) merupakan sub sistem yang berkaitan dengan pembayaran gaji, upah, dan tunjangan. Sub sistem ini acapkali merupakan bagian dari sistem informasi akuntansi.
·         Sub sistem riset SDM menangani penelitian mengenai subsesi, analisis dan evaluasi jabatan, serta penelitian tentang keluhan yang disampaikan oleh pegawai.
·         Sub sistem intelejen SDM adalah sub sistem yang menggunakan informasi eksternal yang berhubungan dengan mitra kerja ( Stakeholder ) yang mencakup pemerintah, pemasok, serikat buruh, masyarakat umum, lembaga keuangan bahkan pesaing.
·         Subsistem perencanaan SDM menangani identifikasi sumber daya manusia dalam perusahaan yang digunakan untuk melaksanakan sasaran janghka panjag perusahaan . misalnya, keterampilan dan pengetahuan tertentu yang dikuasai oleh pegawai dapat direncanakan untuk menangani proyek tertentu.
·         Subsistem perekrutan menangani aktivitas yang berhubungan dengan penyeleksian calon pegawai.
·         Subsistem managemen tenaga kerja merupakan subsistem yang antara lain yang berhubungan dengan pengembangan SDM dalam hal keterampilan dan pengetahuan, melalui pelatihan-pelatihan atau pendidikan.
·         Subsistem pelaporan lingkungan adalah susbsitem yang digunakan untuk mengahasilkan laporan yang dialamatkan untuk lingkungan perusahaan, terutama ditunjukan kepada pemerintah dan serikat buruh .






SISTEM INFORMASI BEDASARKAN DUKUNGAN YANG TERSEDIA
Bedasarkan dukungan yang diberikan kepada pemakai, sistem informasi yang digunakan pada area fungsional dalam organisasi dapat di klasifikasikan sebagai berikut:
·         Sistem perosesan transakasi ( Transaction Processing System) atau TPS.
·         Sistem Informasi Managemen ( Management Information System atau MIS)
·         Sitem Otomasi Perkantoran (Office Automation System atau OAS)
·         Sistem Pendukung Keputusan (Decision Suport System atau DSS)
·         Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System atau EIS)
·         Sistem Pendukung Kelompok (Group Suport System atau GSS)
·         Sistem Pendukung Cerdas (Intellegent Suport System atau ISS)
Sistem-sistem didepan juga sekaligus menyatakan evolusi sistem informasi yang berbasis computer.
Rangkuman tentang fungsi masing-masing sistem dapat dilihat pada tabel berikut
Sistem
Fungsi
Pemakai
TPS 
Menghimpun dan menyimpan informasi transakasi
Orang yang memproses transaksi
MIS
Mengkonversi data yang berasal dari TPS menjadi informasi yang berguna untuk mengola menjadi organisasi dan memantau kinerja
Semua level managemen
DSS
Membantu pengambilan keputusan dengan menyediakan informasi, model atau perangkat untuk menganalisa informasi
Analisis, manager, dan professional
EIS
Menyediakan informasi yang mudah diakses yang bersifat interaktif, tanpa mengharuskan eksekutif menjadi ahli analisis
Managemen tingkat menengah dan atas
OAS
Menyediakan fasilitas untuk memproses dokumen maupun pesan-pesan sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara efisien dan efektif
Staff ataupun manager





Gambar . gambaran umum penggunaan berbagai system informasi dalam perusahaan
Ada kalanya suatu sistem informasi tidak hanya mengandung satu dukungan pada salah satu system yang disebutkan di depan. Sistem informasi yang mengandung karakteristik beberapa kategori yang dibahas didepan disebut sebagai sistem hybrid. Menyebutkan bahwa sistem informasi yang dirancang untuk menghasilkan informasi dan mendukung pengambilan keputasan untuk berbagai level management dan fungsi-fungsi bisnis, dan sekaligus melakukan pemerosesan transaksi disebut sebagai sistem informasi lintas fungsi ( cross-fungsional informasi sistem) atau sistem informasi yang terintegerasi (integrated information system) .

Sistem Pemrosesan Transaksi
Sistem pemrosesan transaksi merupakan jenis sistem informasi yang pertama kali di implementasikan. Fokus utama sistem ini adalah pada data transaksi. Sistem informasi ini digunakan untuk menghimpun, menyimpan, dan memproses data transaksi serta sering kali mengendalikan keputusan yang merupan bagian dari transaksi.
Data transaksi mula-mula dimasukan kedalam sistem dan kemudian disimpan kedalam basis data. Selanjutnya sistem dapat memberikan laporan ataupun dokumen tentanng transaksi. Pemakai dapat meminta suatu permintaan terhadap data dan sistem akan memberikannya.
·         Jumlah data yang diproses sangat besar.
·         Sumber data umumnya internal dan keluaran terutama dimaksud untuk pihak internal (meskipun bisa juga di peruntukan bagi mitra kerja).
·         Pemrosesan informasi dilakukan secara teratur: harian, mingguan, dan sebagainya.
·         Kapasitas penyimpan (basis data) besar.
·         Kecepatan pemrosesan yang diperlukan tinggi karena volume yang besar.
·         Umumnya memantau dan mengumpulkan data masa lalu.
·         Masukan dan keluaran terstruktur. Mengingat data yang diproses cukup stabil, data diformat dalam suatu standar.
·         Level perincian yang tinggi mudah terlihat terutama pada masukan tetapi sering kali pada keluaran.
·         Komputasi tidak rumit (menggunakan matematika sederhana atau operasi statistic).
·         Memerlukan kehandalan yang tinggi.
·         Pemrosesan terhadap permintaan merupakan suatu keharusan . pemakai dapat melakukan permintaan terhadap basis data.
  
Sistem pemrosesan data pada sistem ini dapat dilakukuan  dengan dua cara, yakni pemrosesan batch atau tumpak (batch prosesing) dan pemrosesan seketika (online atau real-time).
·         Pada pemrosesan batch, transaksi ditumpuk dulu dan kemudian diproses belakangan pada waktu tertentu misalnya waktu sore hari atau malam hari. Kelemahan pemrosesan batch adalah membuat basis data tidak pernah dalam keadaan terkini, karena sering kali terdapat yang terlambat untuk dimasukkan ke database pada pemrosesan online setiap transaksi terjadi segera dibukukan. Dengan demikian, data selalu dalam keadaan terakhir.

Karakteristik
Pemrosesan batch
Pemrosesan online
Pemrosesan transaksi
Data transaksi direkam, dikumpulkan,dan diurutkan, dan diprosses secara periodis
Transaksi diproses seketika
Pemuktahiran berkas
Ketika tumpukan diproses
Saat transaksi diproses
Waktu tanggapan
Beberapa jam atau hari setelah tumpukan dikirim untuk diproses
Beberapa detik setelah setiap transaksi diproses

            Model yang lain berupa sistem pemrosesan hybrid. Merupakan perpaduan antara pemrosesan batch dan online. Model seperti ini dijumpai pada POS(Point-Of-Sale). Data dimasukkan seketika kedalam computer ketika transaksi terjadi. Model seperti ini sering dilakukan pada Bank yang offline
            Perkembangan sarana komunikasi juga melahirkan sistem yang disebut OLTP(online Transaction Processing).  Kalau pemrosesan transaksi tradisional menggunakan arsitektur tersentralisasi, OLTP menggunakan arsitektur client-server. Sistem ini akan menjadi berkembang. Dengan menggunakan aplikasi WEB (aplikasi yang berjalan melalui sarana internet). Salah satu contoh penerapan OLTP. OLTP adalah memungkinkan jadwal produksi perusahaan.
            CIS merupakan contoh lain dari perkembangan TPS. Sistem ini memanfaatkan teknologi yang memungkinkan pelanggan dapatmelaksanakan transaksi sendiri dengan kata lain, memakai dapat berinteraksi secara langsung dengan computer.  Sistem ini sering disebut juga ATM yang merupakan contoh  dari CIS.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sistem informasi manajemen atau SIM adalah sitem informasi yang digunakan untuk meyajikan informasi yang digunakan untuk mendukung oprasi manajemen, dan pengambilan keputusan sebuah organisasi .
SIM seringkali disebut juga sebagai sistem peringatan manjemen karena sitem ini memberikan peringatan kepada pemakai umumnya manjemen terhadap masalah maupun peluang ( Haag,2000).
Gambar .Sistem informasi manajemen
Macam-macam laporan yang di hasilkan oleh SIM berupa laporan periodis, laporan ikhtisar, laporan perkecualian, dan laporan perbandingan
·         Laporan periodis adalah laporan yang dihasilkan dalam selang waktu tertentu seperti harian, mingguan , bulanan dsb.
·         Laporan Ikhtisar adalah laporan yang memberikan ringkasan terhadap jumlah data atau informasi
·         Laporan perkecualian adalah laporan yang hanya muncul jika terjadi keadaan yang tidak normal.
·         Laporan perbandingan adalah laporan yang menunjukan dua atau lebih himpunan informasi yang serupa dnegan maksud untuk diperbandingkan.
Karakteristik sistem informasi manajemen :
·         Beroprasi pada tugas-tugas yang terstruktur, yakni pada lingkungan yang telah mendefinisikan hal-hal berikut secara tegas dan jelas.
·         Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya.
·         Menydiakan laporan dan kemudahan akses yang berguna untuk pengambilan keputusan tetapi tidak secara langsung.
SISTEM OTOMASI PERKANTORAN
Sistem otomasi perkantoran atau terkadang disebut sistem informasi laporan (Office Information System atau OIS) adalah sistem yang memberikan fasilitas tugas-tugas pemrosesan informasi sehari-hari didalam perkantoran dan organisasi bisnis. Contohnya seperti penggunaan perangkat-perangkat yang mendukung otomsasi perkantoran:
·         Pengolah lembar kerja yang digunakan menganalisa berbagai kemungkinan harga.
·         Pengolah kata dipakai untuk membuat kontrak penjualan.
·         Surat elektronis untuk memberikan deskripsi produk kepada calon pelanggan.
·         Video konverensi digunakan untuk melakukan pertemuan virtual secara jarak jauh, untuk melakukan koordinasi sejumlah orang yang berada di berbagai tempat yang berjauhan.

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
Sistem pendukung keputusan atau DSS adalah sistem informasi interkatif yang menyediakan informasi, pemodelan, dan pemanipulasian data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan pada situasi yang semiterstruktur dan situasi yang tidak terstruktur dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan harusnya dibuat.
Karakteristik Sistem penunjang keputusan :
·         Menawarkan keluwesan, kemudahan beradaptasi, dan tanggaan yang cepat.
·         Menungkinkan pemakai memulai dan mengendalikan masukan dan pengeluaran
·         Dapat dioperasikan dengan sedikit atau tanpa bantuan program profesional.









Gambar . Model konseptual DSS
Model konseptual DSS terdiri atas 4 komponen perangkat lunak yang berinteraksi dengan bagian-bagian sistem lain , berikut gambar konseptual DSS:
Teknk pemodelan terdiri dari :
Teknik
Pendekatan
Simulasi
Menciptakan model matematis terhadap suatu keadaan menggunakan teknik-teknik simulasi untuk meniru keadaan yang nyata.
Optimisasi
Dmenciptakan model matematis terhadap suatu keadaan dengan menggunakan teknik riset operasi untuk memperoleh solusi yang baik
OLAP
Menggunakan teknik statistic untuk menganalisa hasil-hasil bisnis dan mencari hubungan-hubungan  yang tersembunyi .
Sistem pakar
meniru seorang ahli dibidang tertentu dalam melakukan pengambilan keputusan
Jaringan Syaraf
Menggunakan teknik pembelajaran untuk mengenali pola dalam suatu data .
Logika kabur
Menggunakan pendekatan derajat keanggotaan dalam melakukan pengambilan keputusan sebagai pengganti logika biner
Penalaran berbasis kasus
Menggunakan pendekatan kecerdasan buatan yang membuat basis data
Agen cerdas
Menentukan parameter-parameter keputusan terhadap agen komputerisasi yang mencari salah satu atau beberapa basis data untuk menemukan jawaban tertentu.


SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF     
            Sistem informasi eksekutif adalah system yang menyidiakan yang fleksibel bagi manager dan eksekutif dalam mengakses informasi eksternal dan internal yang berguna untuk mengidentifikasi masalah atau mengenali peluang.
            Sistem informasi eksekutif (EIS) memiliki perbedaan dengan MIS dan DSS karena :
·         MIS menyediakan laporan-laporan standar yang dibuat periode tertentu harian mingguan dan sebagainya hasilnya untuk indicator-inikator yang sama dari waktu ke waktu dan tidak dapat digunakan untuk menganalisi masalah.
·         DSS awalnya dirancang untuk menganalisa masalah dan situasi baru tetapi prakteknya perangkat yang disediakan terlalu menuntut keahlian khusus sementara hanya analis yang bisa memanfaatkannya oleh karena itu DSS jarang dipakai oleh para eksekutif

EIS dirancang untuk membantu eksekutif membantu eksekutif mencari informasi yang diperlukan manakala merka membutuhkannya dan dalam bentuk apapun yang paling bermanfaat .
EIS juga memiliki perangkat DSS yang digunakan untuk membantu eksekutif untuk memahami permasalahan atau peluang yang ada sehingga mereka bisa mengembangkan strategi.
KARAKTERISTIK EIS       
·         Dapat digunakan untuk meringkas, menapis dan memperoleh detail data
·         Menyediakan analisis kecenderungan, pelaporan perkecualian, dan kemampuan dreal-down.
·         Dapat digunakan untuk mengakses dan memadukan data internal dan eksternal

SISTEM PENDUKUNG KELOMPOK
            Sistem pendukung kelompok atau GSS adalah suatu jenis system informasi yang digunakan untuk mendukung sejumlah orang yang bekerja dalam suatu kelompok system ini pada awalnya dibuat untuk mendukung sejumlah orang yang berada pada lokasi berbeda yang hendak melakukan sumbang – saran, pemberian komentar, pemilihan suara dan evaluasi terhadap alternatife-alternatif melalui sarana komunikasi.




Contoh yang lebih detail mengenai model GSS dilihat pada gambar berikut

Gambar . arsetiktur GSS secara lebih detail.
            Perangkat lunak yang mendukung GSS biasa disebut GROUPWARE. Salah satu contohnya adalah lotus notes yang berjalan pada platform windows.
SISTEM PENDUKUNG CERDAS
System pendukung cerdas atau sering kali hanya disebut sistemm cerdas adalah yang memiliki kemampuan seperti kecerdasan manusia.
System pendukung ini memiliki beberapa karakteristik antara lain :
·         Belajar atau memahami kesalahan bedasarkan pengalaman
·         Memberikan tanggapan yang cepat memuaskan terhadap situasi yang baru
·         Mampu menangani masalah yang kompleks.
·         Memcahkan permasalahan bedasarkan penalaran
Sistem cerdas yang banyak dipakai dalam aplikasi bisnis adalah system pakar, yaitu system yang meniru kepakaran seseorang dalam bidang tertentu dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
Contoh bebrapa system pakar :
·         XSEL  system pakar ini bertindak sebagai asisten penjualan .
·         MAYCIN system ini dikembangkan di Universitas Stamford dengan tujuan untuk membantu juru medis dalam mendiagnosa penyakit yang disebabkan oleh bakteri
·         PROSPECTOR system ini dapat menyediakan kemampuan seperti seorang pakar dibidang geologi.




Gambar .Model konseptual system pakar
Basis pengetahuan merupakan komponen yang berisi pengetahuan-pengetahuan yang berasal dari pakar. Berisi sekumpulan fakta dan aturan. Fakta yang berupa situasi masalah dan teori tentang area masalah. Aturan adalah suatu arahan yang menggunakan pengetahuan untuk pemecahan masalah pada bidang tertentu.
Sebuah conton system pakar berinteraksi dengan basis data dari system lain diperhatikan pada gambar berikut




Gambar . interaksi system pakar dengan system lain
Pada model ini data dari basis data system kelompok atau system perusahaan diproses melalui dbms.

2 komentar:

  1. thanks for the posting ;) helpful

    BalasHapus
  2. hay @Dha =)
    tugas sim dari bu Okta tu ya.. :p
    me too, thx to @ely

    BalasHapus